Ada banyak hal yang bisa menjadi inspirasi menulis puisi. Salah satunya adalah gambar, baik lukisan atau foto. Puisi yang dihasilkan bisa saja menceritakan apa yang ada di dalam gambar, tapi bisa juga gambar tersebut hanya menjadi semacam alat yang dipinjam untuk menyampaikan sesuatu dalam bentuk puisi.
Sebagai contoh, ketika saya melihat foto di bawah ini, (yang saya pinjam secara paksa dari vony) maka saya terpicu untuk menulis puisi. Hasilnya seperti saya tulis di bawah ini.
foto dipinjem paksa dari onnie
Sebatang Pohon di Tengah Hamparan
jadi telah kau putuskan untuk pergi
setelah hari cerah dan rumput tak lagi tinggi.
adakah kau lihat, sebatang pohon tumbuh
sendiri di hamparan padang, terpisah dari hutan.
dan jauh di tengah gersang.
seperti itulah aku sekarang
menjadi sasaran hempasan angin dari segala arah.
goyah dan terancam patah.
tidak usah menitip pesan pada awan
ia senantiasa berganti sesuka hati.
kadang meniru bentuk gunung
yang selalu diam seperti menyimpan dendam,
tapi sering juga ia menebar bibit mendung
gelap dan suram,
membuat siapa saja jadi terancam
namun baiklah.
kalau telah kau putuskan demikian
aku akan tetap menunggu di sini
biarlah hutan mengurungku
biarlah awan meludahiku
aku akan tetap menunggu di sini
seperti sebatang pohon
di tengah hamparan padang.
Nah, namanya aja belajar. Jadi wajar aja kalau terasa belum pas.

Tapi memang, melihat objek tertentu bisa menimbulkan inspirasi kreatif. Hasilnya pun kadang di luar dugaan.
iya, di luar dugaan
” atau aku temani kau,berpayung kita bersama dengan pelepah daun pisang,agar tak basah ini badan…”
hehe..apa khabar sobat.
salamku,
langitjiwa…
lah… daun pisang? kasian tukang ojek payung, dong?
inspirasi dipengaruhi juga oleh pikiran dan suasana hati kali ya tja.
kalau aku saat ini melihat mendung senang sekali gak merasa terancam, abis rindu hujan, tanah dah kering hehe
udah lama nggak ujan? di tempatku hujan hampir tiap hari, meiy
Yay! baru belajar saja indahnya sudah seperti ini apalagi telah sering penamu mengguratkan puisi …bravo
belajar ‘kan nggak ada abisnya… seumur hidup
setuju…saya juga terkadang buat puisi stlh melihat gambar, dan sebaliknya..gambar itu ‘mendukung’ puisi saya..
euheuehuhue
cool…
saya gagal terus tuh pengen nulis puisi :p
Paling susah nih memahami puisi……
Gud one om!! gw suka yg ini…
artja: hehehe… thx
seneng juga ya, bisa belajar menulis puisi, jadi tambah semangat nulis.
ya sudah belajar aja udah kaya ketimpa duren
sippp kak,,bagus ituu
puisi : pencarian uneg-uneg intuitif segala impian….he heee…..ungkapan dari perenungan/kontemplasi sunyi…
bulan tersenyum selepas nuzulul Qur’an
lihatlah…
tengadah keangkasa
senyum wajah bundar kemilau cahaya rembulan
bias-bias cahaya putih bersih hari kedelapanbelas selepas nuzulul Qur’an
di bayangan gelap kelebatan dedaunan malam
kilau keperakan seakan menembus sukma…akankah nanti
kembali fitrah..??
aamiin