ombak itu tak lagi bergejolak.
gunung-gunung merapat, memagarnya.
ia menjadi danau
dengan air tenang bagai kaca.
kalau angin dari puncak gunung datang
ia bisa menari,
menampilkan riak gembira di wajahnya.
tapi angin tidak datang tiap hari
maka ombak itu kembali lenyap
lelap di balik permukaan danau.
“ke mana kau pergi kalau tidak ke tempat asal?”
maka ombak ini gelisah di balik tenang permukaan.
ia rindu badai menghempas [...]
Archive for December 2nd, 2008
Tidurnya Ombak
Posted in puisi, tagged poetry, puisi on December 2, 2008 | 4 Comments »