: N
Dari sumber duka yang mana sungai ini mengalir…
di sela kaki melangkah, diantara suara kesibukan pagi,
bunga ini hanya tersiram airmatanya sendiri..
Wahai pemilik seribu wajah kerinduan
begitu sibukkah engkau hingga tak sempat datang
walau hanya sebagai gerimis kecil di pagi hari?
ketika dunia berputar dan roda kereta bergemuruh
bunga ini masih menari dalam irama tangisan,
hanya tersiram airmatanya sendiri.
Ia melarutkan malam dalam dekapan mimpi berembun,
memekarkan cerita tentang hujan
yang tak juga sampai dari tinggi birunya gunung yang jauh.
Tapi airmata tak akan berhenti sekadar sebagai do’a.
“Ia menyuburkan akar tumbuhku,
walau bercampur air hujan” ujarmu
di suatu malam penuh genangan.
Maka mimpipun usai kau sematkan di taman
dan bunga pun tak gugur di pinggir hutan.
Jakarta, 1 Nopember 2010
semoga hujan segera merangkummu dalam kerinduan
kata2 indah meluap dalam liukan makna. Ah, jadi kepengen baca, baca, dan terus baca
pemilihan dan rangkaian kata2 yang mantap..
seperti cinta untuk tanah leluhur,
tak gugur
dikekang waktu…
makasih udah mampir k blogQ
lagi mellow nih
pha khbr,sobat???
@sketsa: semoga.. thx
@Pak Zul: ah, terimakasih pak Zul.
@oRiDo: thx, sob..
@sarahtidaksendiri: iya, sama-sama..
@komuter: iya.. xixi
@langitjiwa: sehat, alhamdulillah.. semoga kau pun sehat selalu.. amin
bagus banget puisinya.
rangkaian kata-katanya sangat indah.
tapi aku tak tau maksudnya, hehe.. maklum, gak begitu paham dengan bahasa puisi.
tunggu sebentar lagi.. gerimis akan datang kok
– salam kenal tukeran link ya
Thankz infonya, puisinya bagus sekali dapat menyejukkan hati dan jiwa. Semoga blog nya banyak yang menggunjugi ya.?
Salam kenal
nice post…
kunjungi ini ya..
klik ini
thanks
wahhh keren, luar biasa pilihan kata2 nya.
aku selalu takjub dg caramu meramu sajak. gila. keren hehe…
aku berasa bosan dg kosakata dan diksi yg sempit. jd malas baca sajak2ku sendiri.