:cm
tak ada yang mampu mengenali langkah ringanmu
ketika berada di taman bunga bermekaran.
seolah tiap lamunan menjelma sayap kupu-kupu,
berkepakan diantara mahkota bermekaran.
lalu setiap tatapan menyapa lembut bersahutan
dan setiap ucapan bagai embun bergayut,
menyejukkan.
tapi, benarkah itu engkau
yang kemarin membingkai senja dengan daun-daun
kering berguguran, yang kemarin menyiram mimpi
dengan doa dan isak tertahan.
berapa sesungguhnya jarak pergantian musim,
antara redup senja dan rasa yang datang
bersamaan dengan musim bunga bermekaran?
barangkali memang tak jauh jarak itu , hanya sebatas
separuh kesabaran. atau sedekat lengkung alismu
ketika sepasang matamu mengedip cepat
seolah tersipu memberi isyarat:
“ya, itu aku. membuatmu luruh dalam catatan
tak bekesudahan.”
Jakarta, 2 November 2011