Laut

itu dirimu mengalunkan ombak di pantai. sederhana, seperti udara yang kuhirup. tapi laut memang selalu setia. ia terima semua keluh kesah sungai dan dititipkan kemudian pada awan. maka ombakmu ini hanya sesaat meski selalu kembali menghapus jarak itu dirimu mencampakkan ombak di pantai. sederhana, rindu yang tak mau redup.

benarkah itu engkau

:cm tak ada yang mampu mengenali langkah ringanmu ketika berada di taman bunga bermekaran. seolah tiap lamunan menjelma sayap kupu-kupu, berkepakan diantara mahkota bermekaran. lalu setiap tatapan menyapa lembut bersahutan dan setiap ucapan bagai embun bergayut, menyejukkan. tapi, benarkah itu engkau yang kemarin membingkai senja dengan daun-daun kering berguguran, yang kemarin menyiram mimpi dengan doa…

Rindu Hutan (5)

Kau pernah, mendengar ricik air¬†di sela-sela resah yang membanjir? Menyusup perlahan diantara bisikan doa dan langkahmu, diantara panggilan menuntutmu. Lalu deretan bunga Mucuna seperti tirai mencakar langit hati menorehkan¬†rindu. Inilah hutan sesungguhnya. Yang menyimpan kerinduan diam-diam hingga tak lagi nyata perbedaan antara hujan ataukah isak terakhir dari tangismu :semua akan diterima hutan seperti bumi memanggil…